Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan guru dalam filsafat pendidikan Islam. Dalam kerangka filsafat pendidikan Islam, guru (mu'allim, murabbi, mu'addib, mudarris) menempati kedudukan multidimensi yang mencakup peran sebagai pembimbing spiritual, teladan moral, pembina intelektual, dan agen transformasi sosial. Kedudukan ini tidak sekadar bersifat fungsional, melainkan ontologis, yang berakar pada tradisi Al-Qur'an dan sunnah Nabi yang menempatkan ilmu dan transmisinya sebagai bentuk ibadah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bertanggung jawab tidak hanya atas transfer kognitif, tetapi atas pembentukan kepribadian peserta didik secara menyeluruh (tarbiyah). Di tengah tekanan modernitas yang cenderung mereduksi peran guru menjadi fungsi administratif dan teknis semata, filsafat pendidikan Islam secara konsisten menegaskan panggilan guru yang sakral dan transformatif.
Copyrights © 2026