Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis proses internalisasi tiga kata ajaib: tolong, maaf, dan terima kasih, serta dua sikap positif: sapa dan salam pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Taman Kanak-Kanak (TK) Fitrah Insani, Cimone, Kota Tangerang. Sekolah yang dibuka sejak tahun 2008 ini tetap bertahan ditengah persaingan lembaga pendidikan lainnya yang sejenis dikarenakan mengedepanka pendidikan akhlak bagi para siswa TK dan juga penerapan dengan berbagai aktivitas yang khas. Sekolah ini juga telah mengimplementasikan penggunaan tiga kata ajaib sejak tahun 2017 dan mulai menanamkan dua sikap positif sapa dan salam sejak tahun 2020 ditengah masa pandemi Covid19 dengan teknik ‘jemput bola’ yaitu mendatangi lokasi tinggal beberapa siswa yang berdekatan menjadi satu rombongan belajar (rombel). Penelitian ini berfokus pada bagaimana praktik ini diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari, respons anak didik terhadap proses internalisasi, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter akhlak mulia anak-anak. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi tiga kata ajaib telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya sekolah, sedangkan penerapan sapa dan salam membutuhkan strategi tambahan agar lebih membumi dalam perilaku anak yang terus mengedepankan sikap hormat, santun, dan menghargai lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai sederhana namun bermakna ini efektif membangun landasan karakter akhlak mulia anak usia dini
Copyrights © 2026