Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dituntut untuk menjalankan fungsi pengamanan secara efektif di tengah keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur. Teknologi jaringan, seperti Closed Circuit Television (CCTV) berbasis IP, sistem biometrik, jaringan LAN internal, dan sistem kontrol pintu elektronik, menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknologi jaringan, mengidentifikasi kendala implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap keamanan dan ketertiban di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam kepada tujuh narasumber yang terdiri dari Kepala Lapas, Kepala Bidang Keamanan, Kepala Sub Seksi Keamanan, Staf Teknologi Informasi, Operator Sistem CCTV dan Biometrik, serta dua Petugas Pengamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi jaringan, khususnya CCTV berbasis IP dengan 48 kamera, sistem biometrik, dan jaringan LAN, telah memberikan dampak positif terhadap kecepatan respons dan efektivitas pengawasan. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala serius berupa keterbatasan anggaran, kekurangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi, infrastruktur fisik yang sudah tua, serta belum tersedianya sistem cadangan yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan investasi infrastruktur jaringan, penambahan personel IT, pelatihan berkelanjutan bagi petugas, dan pengembangan sistem manajemen insiden yang terintegrasi
Copyrights © 2026