Perkembangan media sosial telah mengubah pola interaksi dalam berbagai organisasi, termasuk organisasi pencak silat. Salah satu media yang kerap dimanfaatkan adalah grup WhatsApp yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk solidaritas sosial yang terbentuk dalam grup WhatsApp Organisasi Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) Padepokan Jember menggunakan perspektif solidaritas sosial Emile Durkheim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri atas pengurus dan anggota aktif PSCP Padepokan Jember yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dikembangkan dengan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas sosial dalam grup WhatsApp PSCP Padepokan Jember terbentuk melalui solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Solidaritas mekanik tampak lebih dominan melalui sikap peduli, saling membantu, dan rasa persaudaraan antaranggota, sedangkan solidaritas organik terlihat melalui pembagian peran antara anggota senior dan junior dalam komunikasi dan koordinasi organisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa grup WhatsApp berperan sebagai ruang sosial yang mendukung terbentuknya solidaritas dan integrasi sosial anggota organisasi. Implikasi penelitian ini memperkuat kajian sosiologi digital mengenai peran media sosial dalam membangun kohesi sosial pada organisasi berbasis komunitas.
Copyrights © 2026