Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya problem etika akademik kontemporer, seperti plagiarisme, fabrikasi data, publikasi predator, serta lemahnya penghormatan terhadap karya ilmiah. Dalam tradisi keilmuan Islam, adab memiliki kedudukan penting sebagai dasar pembentukan karakter penuntut ilmu, termasuk ketika berinteraksi dengan literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep adab berinteraksi dengan literatur menurut Ibnu Jama’ah dalam kitab Tadzkiratus Saami’, menganalisis relevansinya dengan problematika akademik kontemporer, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap penguatan budaya akademik yang berintegritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka dan metode analisis isi. Sumber data primer adalah kitab Tadzkiratus Saami’, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Jama’ah merumuskan adab berinteraksi dengan literatur secara komprehensif, meliputi adab mengoleksi, meminjamkan, merawat, menyalin, mengoreksi, dan menelaah kitab. Konsep tersebut relevan dengan etika akademik modern karena menekankan kejujuran intelektual, ketelitian, penghormatan terhadap karya orang lain, serta tanggung jawab dalam menyebarluaskan ilmu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adab berliteratur perspektif Ibnu Jama’ah dapat menjadi landasan etis dalam membangun budaya akademik yang jujur, kritis, bertanggung jawab, dan berkarakter mulia
Copyrights © 2026