Kelompok ternak Manuk Lestari di Desa Abiansemal, Badung, menghadapi keterbatasan budidaya konvensional, tingginya biaya pakan, serta rendahnya nilai tambah produk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan pendapatan melalui penerapan teknologi tepat guna. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning System (PALS) melalui tahapan penyadaran, pengkapasitasan, pendampingan, dan evaluasi. Program meliputi penerapan kandang multifrying, mesin penetas telur berbasis solar cell, sistem pemanas dan pencahayaan berbasis IoT, serta pelatihan pakan semi-organik dan diversifikasi produk. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 55% menjadi 80%, kapasitas produksi dari 400–600 menjadi 800–1.000 ekor, daya tetas telur dari 55–60% menjadi 75–86%, serta penurunan mortalitas DOC dari 15–20% menjadi 5–10%. Pendapatan meningkat 44% dari Rp2,5 juta menjadi Rp3,6 juta per siklus. Program ini efektif meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha ternak secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026