Desa Abangsongan, Kintamani, memiliki potensi hortikultura lahan kering yang besar, namun menghadapi keterbatasan air, rendahnya adopsi teknologi, serta lemahnya manajemen usaha tani. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan produktivitas petani melalui penerapan smart farming hortikultura organik berbasis Internet of Things (IoT) dan energi surya. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning System (PALS) melalui tahapan penyadaran, penguatan kapasitas, implementasi teknologi, pendampingan, evaluasi, dan penguatan kelembagaan. Program meliputi instalasi irigasi sprinkle otomatis berbasis IoT, pengembangan demplot polikultur, pelatihan pengolahan hasil, serta pemasaran digital. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas mitra sebesar 53,3% dan efisiensi biaya penyiraman hingga Rp1.500.000 per siklus. Novelty program terletak pada integrasi smart irrigation, energi terbarukan, dan pemberdayaan partisipatif yang berpotensi direplikasi secara berkelanjutan pada kawasan hortikultura lahan kering lainnya.
Copyrights © 2026