Desa Selat, Kabupaten Buleleng, memiliki potensi agroforestry berbasis buah premium dan tani-ternak yang didukung kawasan hutan lindung dan panorama alam, namun pengembangannya terkendala keterbatasan irigasi, rendahnya penerapan teknologi, dan belum terintegrasinya sektor pertanian, peternakan, serta wisata. Kegiatan KKN-PMM ini bertujuan mengembangkan agroforestry tourism berbasis smart farming melalui pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) dengan tahapan penyadaran, penguatan kapasitas, implementasi teknologi, pendampingan, pelembagaan, serta monitoring dan evaluasi. Program meliputi instalasi 4 titik PLTS berkapasitas 780 watt/hari, sistem irigasi IoT dengan 50 titik sprinkle untuk 25 pohon durian premium, light pest trap, kandang koloni zero waste, dan agroforestry tourism. Evaluasi menggunakan pretest–posttest, observasi lapangan, dan pengukuran teknis menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat dari 46% menjadi 83%, penurunan biaya operasional irigasi hingga 60%, serta pengurangan penggunaan pestisida sebesar 35–40%.
Copyrights © 2026