Diharapkan dengan adanya penerapan inovasi Smart Tax Pekanbaru dalam pelayanan penerimaan pajak daerah ini para wajib pajak bisa dengan mudah untuk melakukan pembayaran pajak dan penerimaan pajak dapat meningkat dengan maksimal dan optimal serta pendapatan daerah dari sektor pajak daerah dapat tercapai sesuai target yang telah ditetapkan oleh Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru. Apabila pajak daerah dapat terealisasi dengan baik maka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun dapat terwujud sehingga peningkatan pembangunan daerah dapat terlaksana dengan baik. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menganalisis penerapan inovasi Smart Tax Pekanbaru pada Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru dan faktor penghambat dalam penerapan Smart Tax Pekanbaru Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru. Jenis pengabdian ini adalah pengabdian kualitatif dengan pendekatan yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil pengabdian diketahui bahwa Penerapan Inovasi Smart Tax Pekanbaru Pada Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru dapat dinilai dari enam indikator yaitu Governance and Innovation (tata kelola inovasi), Sources of the Ideas for Innovation (sumber ide-ide untuk inovasi), Innovation Culture (budaya inovasi), Capabilities and Tools (kemampuan dan alat-alat), Objectives, Outcomes, Drivers, and Obstacles (tujuan, hasil, motivasi, dan hambatan) dan Collecting Innovations Data For Single (mengumpulkan data inovasi untuk inovasi tunggal). Adapun faktor hambatan yang mempengaruhi terhadap penerapan inovasi smart tax pekanbaru pada Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru yaitu literasi digital yang masih rendah, belum maksimalnya sosialisasi yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru, faktor usia bagi pengguna aplikasi smart tax pekanbaru dan jaringan atau force majeure. Hal ini sangat mempengaruhi terhadap penerapan inovasi aplikasi smart tax pekanbaru pada Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru.
Copyrights © 2026