Kerajinan kulit di Kabupaten Garut merupakan salah satu sektor unggulan ekonomi lokal yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pendapatan masyarakat. Namun demikian, proses produksi dalam industri ini umumnya masih menggunakan bahan kimia berbahaya dan menghasilkan limbah yang belum dikelola secara berkelanjutan. Kondisi ini menciptakan tekanan terhadap lingkungan hidup dan mengindikasikan rendahnya integrasi prinsip ekonomi hijau dalam praktik usaha lokal. Di sisi lain, UMKM yang merupakan penerus industri kreatif ini umumnya belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai konsep akuntansi hijau dan pentingnya pencatatan aktivitas ekonomi yang ramah lingkungan. Minimnya literasi akuntansi hijau di kalangan pelaku usaha menjadi tantangan sekaligus peluang untuk melakukan intervensi berbasis edukasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman UMKM pengrajin kulit Garut terhadap konsep dasar akuntansi hijau serta relevansinya dalam mendukung praktik ekonomi hijau. Kegiatan ini mencakup pelatihan praktis tentang pencatatan biaya lingkungan, pengelolaan limbah, dan pelaporan akuntansi berbasis keberlanjutan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong transformasi perilaku bisnis pengrajin muda agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus menyusun modul pelatihan akuntansi hijau berbasis lokal yang dapat direplikasi ke komunitas lain. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pelaku UMKM mengenai akuntansi hijau dan keberlanjutan. Mengindikasikan bahwa program ini berhasil memberikan tambahan wawasan dan kesadaran baru bagi peserta. Kesadaran ini terletak pada pentingnya memperhatikan tidak hanya pada keuntungan semata tetapi prosesnya yang benar sehingga dapat dipertahankan keberlanjutannya.
Copyrights © 2026