Penelitian ini menganalisis konvergensi ekonomi antar kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2018-2024 menggunakan pendekatan konvergensi sigma dan beta. Data panel dari 10 kabupaten/kota dianalisis menggunakan Fixed Effect Model dengan software EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi konvergensi ekonomi, melainkan divergensi yang ditandai dengan peningkatan koefisien variasi dari 95% pada tahun 2018 menjadi 121% pada tahun 2024. Analisis konvergensi beta absolut dan kondisional mengonfirmasi temuan ini dengan koefisien PDRB per kapita awal bernilai positif signifikan (0,272577; p=0,0160), mengindikasikan daerah maju tumbuh lebih cepat dibandingkan daerah tertinggal. Dari lima variabel independen yang diuji, hanya Penanaman Modal Asing (PMA) yang berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (0,010893; p=0,0009), sementara Angka Harapan Hidup, Rata-rata Lama Sekolah, dan Penanaman Modal Dalam Negeri tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya kebijakan redistribusi investasi yang lebih merata, peningkatan infrastruktur di daerah tertinggal, dan program pemberdayaan ekonomi lokal untuk mengurangi kesenjangan regional dan mendorong konvergensi ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Barat..
Copyrights © 2026