Artikel ini menganalisis transformasi pilar keamanan informasi, Integrity, Confidentiality, dan Availability (CIA Triad), dalam konteks sistem kecerdasan buatan (AI) generatif dan agentic. Agentic AI merujuk pada sistem AI yang mampu mengambil keputusan dan menjalankan tindakan secara semi-otonom tanpa intervensi manusia secara langsung. Dengan menggunakan pendekatan analisis konseptual dan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengevaluasi bagaimana ancaman siber kontemporer seperti prompt injection, data poisoning, dan serangan inferensi merekonfigurasi landasan etika profesi teknologi informasi. Sebagian besar penelitian terdahulu masih membahas CIA Triad pada sistem informasi konvensional dan cloud computing, sementara kajian dalam konteks AI generatif dan agentic serta etika profesi masih terbatas. Studi kasus berfokus pada konflik antara Anthropic dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada periode 2025–2026, yang mengekspos ketegangan antara kebijakan keselamatan AI korporasi dan tuntutan operasional militer. Temuan menunjukkan bahwa tanpa kerangka hukum dan tata kelola global yang memadai—sebagaimana disarankan oleh ISO/IEC 42001 dan NIST AI RMF—profesional TI akan terus menghadapi dilema etis yang berpotensi mengancam stabilitas keamanan nasional maupun keselamatan manusia secara luas
Copyrights © 2026