Tuna sirip biru selatan (Thunnus maccoyii) merupakan salah satu ikan tuna dengan ukuran tubuh terbesar dan memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Meski demikian, ikan ini juga memiliki wilayah ruaya yang terbatas di Samudera Selatan dan menghadapi eksploitasi berlebih sebagai dampak dari pemanfaatan perikanan. Dalam memberikan informasi awal untuk mendukung pengambilan keputusan dalam upaya pemanfaatan perikanan yang berkelanjutan, maka diperlukan ketersediaan informasi dan data yang terukur berdasarkan hasil pengukuran dari hasil pendaratan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis hubungan panjang dan berat ikan tuna sirip biru selatan di wilayah Perairan Selatan Malang, khususnya yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap Malang dalam kurun waktu Bulan September 2024 hingga Maret 2025. Sebanyak 27 sampel ikan tuna sirip biru selatan berhasil diukur panjang dan beratnya. Berdasarkan data yang diperoleh, kelas panjang dominan berada pada rentang 161-170 cm, yang menandakan bahwa ikan tuna sirip biru selatan yang didaratkan berada diatas ukuran pertama kali matang gonad (122 cm). Nilai koefisien alometrik keseluruhan bernilai 0,52, yang berarti pola pertumbuhan ikan tuna sirip biru selatan yang didaratkan berada pada kategori alometrik negatif (b<3), dimana pertumbuhan panjang lebih dominan daripada pertumbuhan berat ikan. Nilai koefisien alometrik bulanan menunjukkan fluktuasi yang diduga dipengaruhi oleh kondisi oseanografi, musim dan fisiologi ikan tuna sirip biru itu sendiri.
Copyrights © 2026