Penelitian ini menganalisis tiga akhir cerita dari game Persona 5 Royal, sebuah game JRPG dengan narasi interaktif dimana alur dan akhir ceritanya bergantung pada keputusan tindakan yang dipilih oleh pemainnya. Pengkajian menggunakan teori tanda triadik Peirce—representamen, objek, dan interpretant untuk menganalisis makna dibalik simbol dan keputusan karakter utama dalam tiap kemungkinan akhir cerita. Masing-masing akhir cerita merepresentasikan ideologi eksistensialisme berbeda, yaitu: autentisitas (Erich Fromm), delusi massal (Hermann Broch), dan Übermensch (Friedrich Nietzsche). Analisis menunjukkan bahwa game ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan ideologis melalui desain naratifnya. Pilihan pemain mencerminkan nilai-nilai yang mereka yakini, sementara pengembang game menyisipkan label moral terhadap akhir cerita sebagai bentuk komunikasi nilai. Studi ini membuktikan bahwa game dapat menjadi medium reflektif untuk menafsirkan ideologi eksistensial dalam konteks budaya kontemporer Jepang.
Copyrights © 2026