Latar belakang dan tujuan : Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional karena tingginya angka kasus dan kematian. Prevalensi tuberkulosis paru lansia di Indonesia mencapai 25,5%. Tuberkulosis paru lansia dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin, status gizi, status ekonomi, riwayat kontak, dan penyakit komorbid. Di RS Paru Kabupaten Jember terdapat 587 lansia terdiagnosis tuberkulosis paru pada Januari 2024-April 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kejadian tuberkulosis paru pada lansia di RS Paru Kabupaten Jember. Metode : Studi ini menggunakan desain case control dengan sampel 66 lansia TB paru dan 66 lansia non TB paru yang diambil melalui random sampling pada case dan accidental sampling pada control. Data dikumpulkan dari data sekunder dan wawancara. Analisis menggunakan crosstab untuk menghitung OR. Hasil : Variabel jenis kelamin (OR 3,946; 95% CI 1,841-8,459), status gizi (OR 6,357; 95% CI 2,953-13,683), status ekonomi (OR 3,527; 95% CI 1,597-7,788), riwayat kontak (OR 21,350; 95% CI 7,542-60,438), penyakit komorbid (OR 2,258; 95% CI 1,117-4,565), jenis penyakit komorbid DM (OR 9,800; 95% CI 2,576-34,853) menjadi faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian tuberkulosis paru lansia. Kesimpulan : Variabel jenis kelamin, status gizi, status ekonomi, riwayat kontak, penyakit komorbid, dan jenis penyakit komorbid DM menjadi faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian tuberkulosis paru lansia.
Copyrights © 2026