Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pilar keberlanjutan menjadi lima dimensi dalam menentukan indeks prioritas pembangunan ekonomi pariwisata. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh dari responden ahli, meliputi akademisi, regulator, dan praktisi. Analisis data dilakukan menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) dengan pendekatan Rapfish. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lingkungan (54,55) dan kelembagaan (62,72) berada pada kategori cukup berkelanjutan, sedangkan aspek ekonomi (48,35), sosial (45,08), dan infrastruktur (39,35) tergolong kurang berkelanjutan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberlanjutan pariwisata dipengaruhi oleh atribut sensitif, terutama potensi pasar wisata, partisipasi masyarakat, ketersediaan air tawar, kondisi infrastruktur, dan kelembagaan pengelolaan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kerangka keberlanjutan dari tiga menjadi lima dimensi sebagai dasar penentuan prioritas kebijakan dalam pembangunan ekonomi pariwisata berkelanjutan.
Copyrights © 2026