Penelitian ini menganalisis perbandingan harga saham, abnormal return, volatilitas, dan likuiditas saham sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Menggunakan pendekatan event study, data sekunder dari 57 perusahaan sampel (teknik total sampling) dianalisis dengan uji Paired Sample T-Test dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan signifikan harga saham sebelum dan sesudah stock split; (2) Tidak terdapat perbedaan signifikan abnormal return; (3) Tidak terdapat perbedaan signifikan volatilitas saham; (4) Terdapat perbedaan signifikan likuiditas saham. Temuan ini mendukung Trading Range Theory dan Signalling Theory, di mana stock split efektif menyesuaikan harga ke kisaran ideal dan meningkatkan likuiditas, tetapi tidak memengaruhi abnormal return maupun volatilitas dalam jangka pendek. Penelitian memberikan implikasi praktis bagi investor dan emiten dalam mengevaluasi kebijakan stock split sebagai strategi korporasi.
Copyrights © 2026