Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh manajemen laba, struktur modal, dan arus kas terhadap financial distress pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2023. Dari total 666 perusahaan, hanya 61 yang memenuhi kriteria seleksi dengan metode purposive sampling. Dalam tiga tahun observasi, diperoleh 183 data, namun setelah penghapusan outliers, sampel akhir terdiri dari 140 data. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Struktur modal yang diukur melalui rasio leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress,—semakin tinggi leverage, semakin rendah potensi mengalami financial distress. Selain itu, arus kas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, yang mengindikasikan bahwa tingginya arus kas belum tentu mencerminkan kondisi keuangan yang sehat, dan justru dapat meningkatkan risiko tekanan keuangan di masa depan.
Copyrights © 2026