Kemiskinan masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sidoarjo. Pada Maret 2024, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 4,53% atau 109,39 ribu jiwa dengan garis kemiskinan Rp597.284 per kapita per bulan. Pemerintah menyalurkan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako sebagai strategi menjaga ketahanan pangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan BPNT dalam meningkatkan kesejahteraan dan manajemen keuangan rumah tangga KPM di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kebijakan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPNT mampu menekan beban pengeluaran pangan dan memberikan ruang bagi KPM untuk memenuhi kebutuhan non-pangan serta meningkatkan literasi keuangan dasar. Namun, efektivitas program masih terkendala akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), keterlambatan distribusi, dan belum optimalnya pemberdayaan finansial penerima. Kesimpulannya, BPNT berkontribusi positif terhadap ketahanan pangan dan keuangan rumah tangga miskin, tetapi dampaknya masih bersifat jangka pendek.
Copyrights © 2026