Penelitian ini mengkaji perilaku investor di Bursa Efek Indonesia dalam menanggapi pengumuman penurunan harga batubara dunia pada Oktober 2023. Menggunakan metode event study, penulis menganalisis reaksi pasar pada 38 perusahaan pertambangan melalui indikator imbal hasil tidak wajar dan aktivitas volume perdagangan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa tidak ada reaksi signifikan yang muncul tepat pada hari pengumuman tersebut karena pasar dianggap telah mengantisipasi informasi lebih awal. Fenomena ini mengindikasikan berlakunya hipotesis pasar efisien, di mana harga saham segera menyesuaikan diri sebelum berita resmi dipublikasikan secara luas. Selain itu, temuan ini memperlihatkan bahwa fluktuasi saham yang terjadi kemudian lebih dipengaruhi oleh sentimen ekonomi global dan kebijakan domestik lainnya daripada sekadar berita harga komoditas. Secara keseluruhan, sumber ini memberikan gambaran mendalam mengenai bagaimana psikologi pasar dan arus informasi memengaruhi stabilitas sektor energi di Indonesia
Copyrights © 2026