Ketimpangan ekonomi, inefisiensi dalam alokasi anggaran, dan dominasi belanja konsumtif dalam APBN Indonesia mencerminkan berbagai permasalahan fiskal yang krusial dan berimplikasi pada rendahnya efektivitas belanja negara dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif. Sebagai solusi atas persoalan-persoalan tersebut, pendekatan Islam menawarkan solusi berbasis prinsip-prinsip syariah seperti keadilan distributif (‘adl), efisiensi (itqan), transparansi dan keberpihakan kepada kelompok rentan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat dan wakaf dalam sistem fiskal negara dapat menjadi alternatif pembiayaan yang mampu memperkuat daya dorong belanja negara dalam mengurangi kesenjangan ekonomi. Pendekatan Islam juga menekankan pentingnya skala prioritas belanja yang selaras berdasarkan maqashid syariah serta peran negara sebagai pengelola kekayaan publik demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen politik dan kelembagaan untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai dasar dalam penyusunan dan evaluasi kebijakan anggaran negara secara menyeluruh.
Copyrights © 2026