Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi ketidakadilan terhadap perempuan dalam novel Kesatria Sabang Meraoke karya Jose Rizal melalui pendekatan gender teori Mansoer Fakih. Metode yang digunakan adalah naratif berjenis kualitatif dengan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan data berupa kata, frasa, dan kalimat yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa manifestasi ketidakadilan gender dalam novel Ksatria Sabang Merauke meliputi: dua bentuk manifestasi ketidakadilan, yaitu: gender dan stereotip serta gender dan kekerasan. Pertama, Gender dan strereotip mencakup bahwa perempuan Jawa (sesuai latar tempat berada di Jawa Barat) setelah menikah diharuskan melayani suaminya, seperti memasak, mengantar makanan ke tempat bekerja, mencuci pakaian, pada intinya hal-hal yang berkaitan dengan urusan rumah tangga. Istri harus mematuhi suaminya, ketika suami melarang untuk bersolek maka istri wajib mematuhinya. Kedua, manifestasi gender dan kekerasan, terdapat tindak kekerasan fisik, seksual dan emosional. Kekerasan invasi, yakni kekhawatiran dan ketakutan, bentuk kekerasan jenis terselubung (molestation) yang kerap dialami oleh tokoh perempuan. dan kekerasan dalam bentuk fornografi yaitu jenis kekerasan nonfisik berupa pelecehan tubuh perempuan untuk dijadikan objek kesenangan atau keuntungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya sastra dapat berfungsi sebagai medium refleksi kritis untuk mengetahui permasalahan ketidakadilan gender.
Copyrights © 2026