Ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan ketersediaan, distribusi, dan akses pangan bagi masyarakat. Upaya mewujudkan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga dipengaruhi oleh efektivitas implementasi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program ketahanan pangan pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi literatur terhadap sepuluh jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk memahami kondisi implementasi program ketahanan pangan secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program ketahanan pangan di Provinsi Sumatera Utara belum berjalan secara optimal. Hal ini ditandai dengan masih adanya kendala dalam aspek komunikasi yang belum efektif, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, kurangnya koordinasi antar pelaksana kebijakan, serta struktur birokrasi yang cenderung kompleks. Selain itu, faktor eksternal seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pangan, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat juga turut mempengaruhi keberhasilan program. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas implementasi program ketahanan pangan, antara lain melalui peningkatan kualitas komunikasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan koordinasi antar lembaga, serta pemanfaatan teknologi pertanian dan pengembangan pangan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026