Asma merupakan penyakit pernapasan kronik yang sering ditemukan pada anak. Faktor genetik seperti riwayat atopi pada orang tua serta faktor awal kehidupan, termasuk praktik pemberian ASI, diketahui berperan dalam terjadinya asma pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat atopi pada orang tua dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian asma bronkial pada anak usia 5–14 tahun di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain kasus–kontrol yang dilakukan di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus pada tahun 2023. Sebanyak 54 subjek dilibatkan, terdiri dari 27 anak dengan asma (kasus) dan 27 anak tanpa asma (kontrol). Data primer dan sekunder diperoleh melalui wawancara dengan responden serta penelusuran rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik multivariat. Hasil analisis didapatkan ada hubungan bermakna antara riwayat atopi orang tua dengan asma pada anak usia 5-14 tahun ( p value =0,000, OR = 20,125) dan ada hubungan bermakna antara riwayat ASI eksklusif dengan asma pada anak usia 5-14 tahun ( p value=0,001,OR = 6,786). Analisis multivariat riwayat atopi pada orang tua adalah faktor yang paling berpengaruh dengan asma pada anak (p value: 0,004, OR : 16,094). Riwayat atopi pada orang tua dan tidak mendapatkan ASI eksklusif secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya asma pada anak. Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini faktor risiko keluarga serta promosi pemberian ASI eksklusif sebagai upaya pencegahan asma pada anak.
Copyrights © 2026