Perilaku merokok pada dewasa muda di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lingkungan sosial (keluarga, teman sebaya, dan media sosial) dengan perilaku merokok pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada Februari–Maret 2025 di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Sampel penelitian berjumlah 63 responden yang merupakan mahasiswa aktif dan perokok, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan reliabel (nilai reliabilitas 0,679). Analisis statistik dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-square, dan apabila tidak memenuhi asumsi, digunakan uji alternatif non-parametrik yaitu Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney, dengan tingkat signifikansi α = 0,05 dan derajat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan keluarga (p = 0,182), teman sebaya (p = 0,123), maupun media sosial (p = 0,533) dengan perilaku merokok mahasiswa. Ketidaksignifikanan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain ukuran sampel yang relatif kecil sehingga menurunkan kekuatan uji statistik (statistical power), homogenitas karakteristik responden (seluruh responden merupakan perokok aktif sehingga variabilitas terbatas), serta kemungkinan adanya faktor perancu lain yang tidak diukur seperti faktor psikologis, tingkat stres, dan faktor individu. Selain itu, hubungan antara lingkungan sosial dan perilaku merokok kemungkinan bersifat kompleks dan tidak langsung, sehingga tidak dapat ditangkap secara optimal melalui desain cross-sectional. Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara lingkungan sosial dengan perilaku merokok mahasiswa. Namun, hasil ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena tidak menutup kemungkinan adanya hubungan yang sebenarnya (true association) tetapi tidak terdeteksi akibat keterbatasan metodologis penelitian.
Copyrights © 2026