Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5

Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Status Stunting pada Balita di Puskesmas Tamangapa Makassar: Studi Cross-Sectional

Rizky Nurhumairah Sarifuddin (Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia)
Ida Royani (Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, RSP Ibnu Sina YW UMI, Makassar, Indonesia)
Abdi Dwiyanto Putra Samosir (Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, RSP Ibnu Sina YW UMI, Makassar, Indonesia)
Hermiaty Nasruddin (Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran UMI, RSP Ibnu Sina YW UMI, Makassar, Indonesia)
Sidrah Darma (Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, RSP Ibnu Sina YW UMI, Makassar, Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 May 2026

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada balita yang ditandai dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur -2 SD. Faktor lingkungan, khususnya sanitasi lingkungan yang buruk, berperan dalam meningkatkan risiko infeksi dan gangguan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui kejadian stunting, kondisi sanitasi lingkungan, serta hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Tamangapa Makassar tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa tahun 2024 sebanyak 60 balita. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data stunting diperoleh melalui rekam medik dan pengukuran antropometri berdasarkan standar z-score WHO, sedangkan sanitasi lingkungan diukur menggunakan kuesioner dan observasi meliputi kualitas air, penyediaan air bersih, dan pembuangan kotoran. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus stunting ditemukan pada balita usia 1 tahun sebanyak 18 responden (35,5%) dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 36 responden (70,6%). Pada kelompok kasus, mayoritas responden memiliki sanitasi lingkungan buruk sebanyak 29 responden, sedangkan pada kelompok non-stunting sebagian besar memiliki sanitasi lingkungan baik sebanyak 22 responden. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting (p-value 0,05). Sanitasi lingkungan yang buruk meningkatkan risiko terjadinya stunting pada balita. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena menggunakan desain cross-sectional sehingga tidak dapat menjelaskan hubungan sebab akibat secara langsung serta pengukuran sanitasi lingkungan yang masih bergantung pada observasi dan kuesioner responden.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kesehatan

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, ...