Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dapat berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) dan meningkatkan risiko infeksi oportunistik seperti tuberkulosis (TB). Pada pasien HIV koinfeksi TB sering ditemukan kelainan hematologi berupa anemia, limfopenia, dan monositosis yang diduga berhubungan dengan viral load. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan jumlah limfosit, jumlah monosit, dan nilai hemoglobin terhadap viral load pada pasien HIV koinfeksi TB paru di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2024. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 44 pasien HIV koinfeksi TB paru. Data diperoleh dari rekam medis. Viral load dikategorikan menjadi tidak terdeteksi (40 kopi/mL) dan terdeteksi (≥40 kopi/mL). Analisis menggunakan uji Chi Square dengan p0,05 dan hasil penelitian menunjukkan 33 pasien (75%) mengalami anemia, 24 pasien (54,5%) limfopenia, dan 10 pasien (22,7%) monositosis. Sebanyak 23 pasien (52,3%) memiliki viral load tidak terdeteksi. Tidak terdapat hubungan bermakna antara jumlah limfosit, jumlah monosit, maupun nilai hemoglobin dengan viral load (p0,05). Hasil yang tidak signifikan kemungkinan dipengaruhi ukuran sampel yang kecil, penggunaan terapi antiretroviral (ARV), dan keterbatasan data rekam medis.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah limfosit, monosit, dan nilai hemoglobin tidak berhubungan signifikan dengan viral load pada pasien HIV koinfeksi TB paru.
Copyrights © 2026