Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5

Suplementasi Kalsium dan Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Dewasa: Evidence-Based Case Report

Yosephine Santoso (Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia)
Krisadelfa Sutanto (Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 May 2026

Abstract

Suplementasi kalsium digunakan untuk pencegahan dan terapi osteoporosis, namun beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular akibat suplementasi ini, sementara studi lain tidak menemukan hubungan bermakna. Evidence-Based Case Report (EBCR) ini bertujuan mengevaluasi hubungan suplementasi kalsium dengan risiko penyakit kardiovaskular pada pasien dewasa. Penelusuran literatur dilakukan menggunakan PubMed, Scopus, dan Cochrane Library untuk artikel yang dipublikasikan tahun 2020–2025. Enam artikel yang memenuhi kriteria inklusi terdiri dari dua studi observasional kohort dan empat SR/MA. Critical appraisal dilakukan menggunakan Oxford Centre for Evidence-Based Medicine appraisal tools dan certainty of evidence dievaluasi dengan pendekatan GRADE. Evidence level tertinggi (Level 1a) berasal dari meta-analisis RCT, sedangkan studi kohort diklasifikasikan sebagai Level 2b. Sebagian besar studi memiliki kualitas sedang karena heterogenitas metodologi, luaran kardiovaskular yang umumnya merupakan hasil sekunder, serta kemungkinan residual confounding dan bias publikasi. Studi observasional menunjukkan adanya peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada pengguna suplementasi kalsium, terutama infark miokard dan stroke. Meta-analisis Yang dkk. dan Myung dkk. melaporkan peningkatan risiko penyakit jantung koroner sebesar 12–20%, terutama pada suplementasi ≥1.000 mg/hari dan monoterapi kalsium. Sebaliknya, meta-analisis Huo dkk. dan Sim dkk. tidak menemukan hubungan signifikan antara suplementasi kalsium dengan infark miokard, stroke, maupun mortalitas kardiovaskular. Heterogenitas evidence dipengaruhi oleh perbedaan desain studi, durasi follow-up, penggunaan vitamin D bersamaan, serta karakteristik populasi penelitian yang mayoritas terdiri dari wanita pascamenopause usia lanjut. Peningkatan risiko absolut tetap rendah meskipun risiko relatif meningkat. Bukti saat ini menunjukkan bahwa suplementasi kalsium dosis ≥1.000 mg/hari mungkin berhubungan dengan peningkatan kecil risiko penyakit kardiovaskular pada populasi tertentu, tetapi hubungan tersebut belum belum dapat disimpulkan secara definitif. Manfaat suplementasi untuk pencegahan osteoporosis tetap perlu dipertimbangkan, terutama pada individu berisiko tinggi fraktur. Penggunaan suplementasi kalsium sebaiknya dipersonalisasi berdasarkan risiko kardiovaskular, usia, komorbiditas, dan kecukupan asupan kalsium dari makanan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kesehatan

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, ...