Anemia adalah kondisi penurunan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah yang menurunkan suplai oksigen tubuh. Remaja putri rentan mengalami anemia akibat kehilangan darah selama menstruasi, yang dapat dicegah melalui konsumsi tablet Fe satu tablet per minggu. Studi ini bertujuan mengidentifikasi asosiasi dukungan orang tua dan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia di SMP IT Ar-Ridha dan Pondok Pesantren Daarul U’luum Manbaul Huda. Desain penelitian menggunakan analitik deskriptif dengan pendekatan case–control. Anemia didefinisikan sebagai kadar Hb 12 g/dL, diperiksa dari darah kapiler menggunakan alat Urit-12 GCHB dengan metode Point of Care Testing (POCT). Sebanyak 66 responden dipilih secara purposive sampling, terbagi atas 33 remaja putri anemia (kasus) dan 33 tidak anemia (kontrol). Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dukungan orang tua (skala Likert) dan kuesioner kepatuhan konsumsi (skala Guttman). Uji Chi-square menunjukkan dukungan orang tua (p=0,003; OR=5,333) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p=0,027; OR=3,5) berhubungan signifikan dengan kejadian anemia. Analisis regresi logistik menegaskan dukungan orang tua sebagai faktor paling dominan (p=0,011; OR=4,156). Remaja putri dengan dukungan orang tua kurang memiliki peluang 4,156 kali lebih besar mengalami anemia dibandingkan mereka yang mendapat dukungan baik. Penelitian menyimpulkan terdapat asosiasi signifikan antara dukungan orang tua serta kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia, sehingga penguatan peran keluarga sangat penting dalam program kesehatan remaja.
Copyrights © 2026