Studi ini bertujuan untuk membandingkan kinerja baterai Lithium-Ion (LiFePO4) dan baterai Lead-Acid yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi di pembangkit listrik. Untuk mencapai hal tersebut, peneliti mempelajari berbagai jurnal ilmiah yang ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa baterai Li-Ion lebih baik karena bisa diisi dengan cepat (hingga 4C), memiliki kapasitas energi yang tinggi (200-300 Wh/kg), efisiensi kerja yang baik antara 95-98%, dan bisa bertahan hingga 2000-4000 siklus atau sekitar 20 tahun. Meskipun harganya lebih mahal, yaitu antara 400-700 USD per kWh. Sementara baterai Lead-Acid (VRLA) lebih murah di awal, sekitar 150-200 USD per kWh, tetapi efisiensinya lebih rendah , yaitu hanya 55-75%. Masa pakainya juga tidak lama, hanya 500-3000 siklus atau sekitar 2-5 tahun, dan lebih mudah dipengaruhi oleh suhu serta penggunaan daya yang tinggi. Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa baterai LiFePO4 lebih ideal untuk digunakan di pembangkit listrik dalam jangka panjang. Hal ini karena biaya operasional per kWh yang lebih murah yaitu 0,35 USD serta lebih stabil untuk digunakan dalam jaringan listrik. Akan tetapi perlu untuk memberikan dukungan finansial agar dapat mengatasi masalah biaya yang tinggi di awal.
Copyrights © 2026