Perlindungan perempuan di wilayah perdesaan masih menjadi tantangan karena berbagai layanan yang tersedia belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab layanan perdesaan belum mampu memberikan perlindungan maksimal bagi perempuan serta mengidentifikasi bentuk-bentuk keterbatasan layanan yang dialami perempuan di desa. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui penelaahan berbagai jurnal ilmiah, buku, laporan pemerintah, dan publikasi relevan yang terbit pada periode 2020–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola temuan yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan layanan perdesaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa belum optimalnya perlindungan perempuan dipengaruhi oleh rendahnya kapasitas aparatur desa, keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi antar lembaga, serta masih kuatnya budaya patriarki dalam kehidupan masyarakat desa. Selain itu, perempuan di wilayah perdesaan masih mengalami berbagai keterbatasan layanan, seperti terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dan kesejahteraan, kurangnya pendampingan dan perlindungan hukum, rendahnya partisipasi dalam pembangunan desa, serta minimnya akses informasi mengenai layanan yang tersedia. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan perdesaan dan penguatan perspektif gender dalam pembangunan desa diperlukan untuk menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan perempuan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026