Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif permainan tradisional dari suku Jawa sebagai alat pengajaran yang dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik kasar dan menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa di Sekolah Dasar (SD). Kurangnya gerakan fisik karena perubahan gaya hidup yang lebih banyak menggunakan teknologi digital menjadi alasan utama untuk melakukan tinjauan ini. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Pustaka dengan cara menyusun data dan menganalisis tema dari sembilan sumber jurnal penelitian yang berkaitan. Temuan utama menunjukkan bahwa permainan seperti Gobak Sodor, Bentengan, dan Engklek sangat berperan dalam pengembangan dasar gerakan motorik. Melalui analisis yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, ditemukan bahwa penggunaan media permainan Engklek dapat meningkatkan pencapaian belajar hingga 87% (20 dari 23 siswa berhasil), yang dalam konteks literatur tidak hanya mencakup keberhasilan dalam keterampilan motorik, tetapi juga pencapaian kognitif dalam materi Bahasa Indonesia dengan metode belajar yang melibatkan gerakan. Nilai-nilai karakter yang telah ditemukan mencakup kerja sama, tanggung jawab, kejujuran, disiplin, toleransi, dan saling menghargai. Memasukkan permainan tradisional ke dalam kurikulum Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) adalah cara yang efektif untuk mencapai tujuan kompetensi kurikulum dan juga untuk menjaga budaya bangsa. Saran yang berguna untuk para pendidik meliputi pentingnya mengubah alat dan tempat belajar serta meningkatkan pengawasan keselamatan. Ini semua bertujuan untuk memastikan siswa tetap termotivasi dalam belajar
Copyrights © 2026