Kesantunan berbahasa merupakan salah satu aspek penting dalam komunikasi pelayanan karena dapat memengaruhi kenyamanan dan hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesantunan berbahasa yang digunakan oleh pengemudi ojek online terhadap penumpang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa santun dalam interaksi pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap enam pengemudi ojek online di kawasan Pancing, Kota Medan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemudi ojek online umumnya menerapkan kesantunan berbahasa melalui penggunaan sapaan yang sopan, pemilihan kata yang santun, serta sikap menghargai penumpang selama proses pelayanan. Bentuk kesantunan yang ditemukan sejalan dengan prinsip kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Leech, terutama pada maksim kebijaksanaan, maksim penghargaan, dan maksim kesepakatan. Faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa santun meliputi karakteristik penumpang, pengalaman kerja pengemudi, situasi komunikasi, serta kesadaran akan pentingnya pelayanan yang baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa memiliki peran penting dalam menciptakan interaksi yang harmonis antara pengemudi ojek online dan penumpang serta mendukung kualitas pelayanan transportasi berbasis aplikasi.
Copyrights © 2026