Di tengah perkembangan sekularisasi di kota, tradisi mengunjungi makam para ulama dan habaib merupakan cara dakwah kultural yang sangat efektif untuk menjaga spiritualitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai dakwah Islam yang terdapat dalam tradisi ziarah ke Makam Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya di Semarang dan bagaimana tradisi ini memengaruhi aspek sosial, ekonomi, dan spiritual para jemaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metodologi sosiologi agama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung, dokumentasi, serta observasi langsung bersama pengelola makam. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa tradisi ziarah ini membawa nilai-nilai dakwah Islam yang penting, seperti pemurnian akidah (tauhid) melalui tawasul yang benar, pendidikan spiritual (tazkiyatun nafs) melalui pengingat akan kematian (dzikrul maut), peningkatan amalan sunnah melalui kegiatan harian menghatamkan Al-Qur'an dan membaca selawat, serta penguatan. Dengan adanya perkembangan kios UMKM yang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, makam ini telah bertransformasi menjadi ruang publik spiritual yang terbuka dan berfungsi sebagai penggerak ekonomi umat. Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi ziarah mampu menyatukan elemen spiritual, pelestarian budaya lokal, serta peningkatan ekonomi, sesuai dengan prinsip Islam rahmatan lil 'alamin
Copyrights © 2026