Penelitian ini mengkaji hubungan antara self efficacy dan rasa percaya diri di kalangan siswa SMA Santo Thomas 1 di Medan. Sebanyak 276 dari 1.225 siswa yang diteliti diambil menggunakan sampel acak bert stratified yang tidak proporsional dengan batas kesalahan sebesar 5%. Hasil dari penelitian mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara self efficacy dan rasa percaya diri (r = 0,729, p < 0,05. Bermakna, manakala self efficacy pada pelajar mengalami peningkatan, maka derajat kepercayaan dirinya juga akan mengalami peningkatan. Mayoritas pelajar (50,7%) tergolong memiliki self efficacy dengan kategori yang tinggi, sedangkan untuk kepercayaan diri kebanyakan pelajar (53,6%) dikategorikan pada level sedang. Keadaan tersebut menggambarkan bahwa sejumlah pelajar masih belum mempunyai rasa percaya diri yang optimal sekalipun self efficacy yang tinggi. Berlandaskan koefisien determinasi (R²), self efficacy menyumbang kontribusi sebesar 53,1% terhadap pembentukan rasa percaya diri, sedangkan 46,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam riset ini. Penemuan tersebut mengindikasikan bahwa keyakinan akan kemampuan diri menjadi salah satu elemen esensial yang memengaruhi rasa percaya diri pelajar. Peningkatan self efficacy dapat membantu memperkuat keyakinan diri serta kapasitas pelajar dalam menghadapi beragam tantangan, baik di ranah akademik maupun sosial.
Copyrights © 2026