Transportasi berkelanjutan telah menjadi isu strategis dalam pengembangan perkotaan di Indonesia akibat meningkatnya kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan ketergantungan yang tinggi pada kendaraan pribadi. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan, seperti pengenalan bus listrik dan perluasan sistem transportasi umum, penerimaan dan partisipasi masyarakat masih relatif rendah. Studi ini bertujuan untuk mengkaji peran pemasaran sosial dalam mendorong perubahan perilaku menuju adopsi transportasi berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi efektivitas pemasaran sosial dalam kebijakan transportasi berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur, survei, dan analisis kebijakan transportasi yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa pemasaran sosial memiliki potensi yang signifikan untuk meningkatkan kesadaran publik dan mempengaruhi perubahan perilaku melalui kampanye pendidikan berbasis digital dan intervensi perilaku yang dipersonalisasi. Namun, efektivitasnya masih dibatasi oleh faktor praktis seperti kenyamanan, aksesibilitas, infrastruktur pendukung, dan resistensi terhadap kebiasaan perjalanan yang sudah mapan. Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi transportasi berkelanjutan yang sukses memerlukan sinergi yang kuat antara kebijakan publik, pengembangan infrastruktur, dan strategi pemasaran sosial yang didukung data dan partisipatif. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi komunikasi yang lebih efektif dan kebijakan transportasi berkelanjutan di Indonesia.
Copyrights © 2026