Kunyit merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak memiliki manfaat dan banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Bagian yang sering dimanfaatkan sebagai obat adalah rimpang. Rimpang kunyit berfungsi untuk antikoagulan, antiedemik, menurunkan tekanan darah, obat sakit perut dan obat malaria. Komponen utama kimia yang terdapat dalam rimpang kunyit adalah kurkuminoid. Kurkuminoid terdiri dari 3 fraksi yaitu kurkumin, demetoksikurkumin, bis-demetoksikurkumin. Fraksi utama yang terdapat dalam kurkuminoid adalah kurkumin. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi dan penentuan kadar terhadap senyawa kurkumin yang terdapat dalam rimpang kunyit. Identifikasi senyawa kurkumin dilakukan dengan metoda KLT dengan menggunakan fasa gerak kloroform:methanol (95:5) dan fasa diam silika gel. Hasil identifikasi didapatkan 3 bercak dari penotolan standar dan sampel dengan nilai Rf sampel mendekati Rf standar. Sedangkan untuk penentuan kadar senyawa kurkumin dilakukan dengan metoda spektrofotometri UV-Vis. Dilakukan pengukuran absorban pada panjang gelombang 425.0 nm. Dan didapatkanlah hasil kadar senyawa kurkumin sebesar 6.71 %. Hasil yang diperoleh sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Farmakope Indonesia, yaitu tidak kurang dari 6.60 %.
Copyrights © 2019