Sebuah perusahan di Sumatera Utara bergerak di bidang pengolahan minyak sawit menjadi fatty Acid dan glycerin. Dalam proses industri yang ada saat ini, minyak sawit mentah dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol pada suhu 250°C dan tekanan 53 bar selama 7-8 jam pada kolom splitting. Derajat keberhasilan proses reaksi hidrolisis yaitu semakin tinggi nilai splitting degree maka semakin sempurna reaksi hidrolisis. Permasalahan yang sering terjadi yaitu Acid value dan Saponification Value pada proses di splitting tidak maksimal dikarenakan salah satu faktor seperti ketinggian level Interphase. Acid value dan Saponification Value merupakan hal yang menentukan nilai dari splitting degree. Dari hal itu, perlu melakukan analisa pengaruh level Interphase terhadap nilai splitting degree serta Yield proses hidrolisis di dalam kolom splitting. Hasil menunjukkan level Interphase yang efesien untuk proses hidrolisis fat splitting yaitu level Interphase 3 oil = 4,2 meter (Point 0).
Copyrights © 2020