Sebuah perusahaan minyak sawit di Dumai melakukan proses refining yang bertujuan mengubah minyak sawit mentah (CPO) menjadi berkualitas minyak makan. Proses refining yang dilakukan meliputi pengikatan gum (degumming), pemucatan (bleaching) dengan bleaching earth, dan penghilangan beberapa komponen (deodorisasi). Dalam prosesnya, seringkali terjadi oil losses pada proses pemucatan dan deodorisasi. Minyak yang hilang biasanya terbuang bersamaan dengan Spent Bleaching Earth (SBE) dan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD). Maka dari itu perlu dihitung nilai dari total oil losses pada proses refining dan yield produk RBDPO dan dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dari nilai oil losses dan yield RBDPO. Dari analisis didapatkan bahwa Total Oil losses pada proses refining berkisar pada 0,12% hingga 0,22 %, dan yield RBDPO yang didapatkan berkisar pada 94,7% hingga 95%. Oil losses di Spent Bleaching Earth (SBE) berbanding lurus dengan BE dosing pada proses bleaching. Sedangkan, oil losses deodorized berbanding terbalik dengan kemurnian PFAD. Yield RBDPO dipengaruhi oleh total oil losses dan FFA CPO sebagai bahan baku. Nilai total oil losses dan nilai FFA CPO sebagai bahan baku berbanding terbalik dengan Yield RBDPO.
Copyrights © 2021