Latar Belakang: Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena bersifat tanpa gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi serius. Angka kejadian hipertensi di Kota Bekasi mengalami peningkatan, khususnya di Puskesmas Pejuang. Upaya penanggulangan dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dan BPJS dalam program Prolanis, salah satunya kegiatan senam prolanis yang diikuti oleh 35 peserta, dengan perbedaan manfaat yang dirasakan antara peserta yang rutin dan tidak rutin mengikuti kegiatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman pasien hipertensi yang mengikuti senam prolanis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan terdiri dari 5 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pedoman wawancara terbuka serta alat bantu berupa perekam suara, alat tulis, dan buku catatan. Hasil: Penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu faktor keikutsertaan dalam senam prolanis, manfaat yang dirasakan, dukungan dan hambatan, dampak senam prolanis, serta antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Senam prolanis yang dilakukan secara optimal dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran pasien hipertensi; perawat berperan penting dalam meningkatkan partisipasi dan kepatuhan pasien melalui edukasi, motivasi, pemantauan kondisi kesehatan, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain guna mengoptimalkan pengendalian tekanan darah.
Copyrights © 2026