Pola asuh adil gender merupakan pendekatan pengasuhan yang menempatkan anak laki-laki dan perempuan sebagai subjek yang setara dalam memperoleh hak, kesempatan, dan perlakuan tanpa diskriminasi berbasis jenis kelamin. Di Indonesia, praktik pengasuhan masih banyak dipengaruhi oleh budaya patriarki, konstruksi sosial, nilai keagamaan, serta dinamika modernisasi. Artikel ini bertujuan menganalisis pola asuh gender dari perspektif sosial dan budaya melalui metode literature review terhadap 12 artikel jurnal terakreditasi sinta. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya patriaki masih menjadi faktor domestik dan publik. Namun demikian, keluarga urban dan berpendidikan tinggi menunjukkan kecenderungan menerapkan pola asuh egaliter, komunikasi setara, serta pembagian peran yang fleksibel. Integrasi nilai budaya lokal dan prinsip keadilan gender terbukti mendukung perkembangan anak secara kognitif, sosial, dan emosional. Dengan demikian, penguatan literasi gender dalam keluarga menjadi kunci dalam mendorong terwujudnya pola asuh adil gender yang kontekstual, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026