Pesatnya penggunaan media digital pada anak usia dini tidak selalu diikuti dengan pemahaman yang komprehensif mengenai dampaknya terhadap perkembangan bahasa, sementara kajian sebelumnya masih bersifat parsial dan belum menyoroti secara sistematis pola dampak serta faktor yang memoderasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis dualitas dampak media digital serta mengidentifikasi faktor-faktor moderator yang memengaruhi perkembangan bahasa anak usia dini melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Studi ini mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan proses identifikasi, screening, eligibility, dan inklusi terhadap artikel yang diperoleh dari Google Scholar, Sinta, dan Garuda pada rentang tahun 2021–2026. Analisis data dilakukan menggunakan sintesis tematik untuk mengkategorikan pola dampak negatif dan positif serta variabel moderator yang muncul dalam studi terpilih. Hasil menunjukkan bahwa paparan media digital secara berlebihan dan tidak terkontrol berkorelasi dengan keterlambatan bahasa, penurunan interaksi verbal, serta munculnya perilaku bahasa agresif. Sebaliknya, penggunaan yang terarah melalui konten edukatif dan pendampingan aktif orang tua terbukti dapat meningkatkan kosakata, pemahaman struktur kalimat, dan kemampuan komunikasi anak. Faktor moderator utama yang diidentifikasi meliputi durasi screen time, jenis konten, serta pola pengasuhan. Selain itu, penelitian ini menemukan kesenjangan berupa keterbatasan studi longitudinal dan minimnya intervensi berbasis konteks budaya lokal. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya regulasi penggunaan media digital serta penguatan literasi digital bagi orang tua dan pendidik PAUD untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak usia dini secara kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026