Di Indonesia, jahe (Zingiber officinale Roscoe) adalah rempah-rempah yang sangat berharga dan digunakan dalam berbagai masakan dan minuman, serta terkenal akan manfaat kesehatannya. Pasar produk olahan jahe masih terus berkembang, terutama untuk produk yang bernilai tinggi dan bermanfaat seperti jahe instan. Kemudahan persiapan, masa simpan yang lebih lama, dan potensi pasar yang luas di industri minuman fungsional dan herbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan jahe instan Mallawa atau disebut dengan JANTANMA, yang diproduksi di Desa Barugae, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, oleh Kelompok Wanita Tani Hutan Semangat Baruga (KWTH). Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan bersifat deskriptif. Lima belas anggota Kelompok Wanita Tani Hutan yang aktif terlibat dalam pembuatan jahe instan JANTANMA dipilih secara sengaja sebagai responden. Observasi, wawancara, dan dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data. Analisis SWOT digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh Usaha jahe instan Jantanma berada pada kuadran satu yaitu SO (Strenght-Opportunity) menggunakan strategi agresif. Usaha jahe instan Jantanma akan berfokus pada strategi menggunakan seluruh kekuatan dan memanfaatkan peluang untuk menciptakan kondisi sinergis dan potensi besar untuk mencapai pertumbuhan dan kesuksesan.
Copyrights © 2026