Atrial fibrilasi merupakan gangguan irama jantung supraventrikular yang paling sering ditemukan dan berhubungan dengan peningkatan morbiditas serta penurunan kualitas hidup pasien. Faktor kardiometabolik seperti obesitas dan denyut nadi istirahat diketahui berperan dalam patofisiologi AF dan berpotensi memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan obesitas dan denyut nadi istirahat pada elektrokardiografi dengan kualitas hidup pasien atrial fibrilasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan desain potong lintang yang dilakukan pada 31 pasien atrial fibrilasi rawat jalan di Poliklinik Jantung RS Mitra Medika Amplas. Obesitas dinilai berdasarkan indeks massa tubuh, denyut nadi istirahat diperoleh dari pemeriksaan elektrokardiografi, dan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner SF-36 versi Bahasa Indonesia yang telah tervalidasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman dan regresi linear. Hasil: Penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan kualitas hidup baik pada domain fisik maupun mental (p 0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara denyut nadi istirahat dan domain kesehatan mental kualitas hidup pasien AF (r= 0,531; p= 0,002), namun belum terbukti sebagai faktor independen pada analisis multivariat (p= 0,095).Kata kunci: atrial fibrilasi, denyut nadi istirahat, kualitas hidup, obesitas
Copyrights © 2026