Tantangan mobilitas di perkotaan meliputi kemacetan lalu lintas, peningkatan penggunaan kendaraan pribadi, dan degradasi lingkungan yang semakin memerlukan sistem transportasi publik efektif di berbagai kota besar Indonesia. Studi ini mengkaji implementasi smart mobility di DKI Jakarta sebagai acuan penting untuk penguatan sistem transportasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur sistematis, penelitian ini menganalisis data sekunder dari laporan pemerintah, jurnal akademik, serta dokumen kebijakan terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jakarta berhasil membangun jaringan transportasi multimodal terintegrasi (MRT, LRT, Transjakarta, dan JakLingko) mencapai konektivitas 91% dengan peningkatan signifikan penggunaan transportasi publik secara year on year (MRT +15,57%, LRT +23,81%, Transjakarta +13,31%). Sebaliknya, DIY menunjukkan perkembangan progresif melalui Trans Jogja dengan jumlah penumpang meningkat dari 3 juta (2022) menjadi 11,3 juta (2025) serta implementasi sistem pembayaran digital dan aplikasi seluler. Namun, Yogyakarta masih menghadapi kendala aksesibilitas bagi kelompok rentan, keterbatasan cakupan rute, dan kesiapan infrastruktur. Studi ini menyimpulkan bahwa Yogyakarta perlu mengadopsi praktik terbaik Jakarta dalam integrasi multimodal dan tata kelola multi-pihak yang disesuaikan dengan karakteristik pariwisata dan budaya lokal untuk menciptakan sistem smart mobility yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026