Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Indonesia masih belum optimal. Data Riskesdas 2018 menunjukkan hanya 10,5% Buku KIA yang terisi lengkap. Kader kesehatan memiliki peran krusial sebagai perpanjangan tangan petugas kesehatan dalam memberikan edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan kelengkapan pengisian Buku KIA melalui pendampingan kader di wilayah kerja Puskesmas II Banjarangkan. Kegiatan ini melibatkan 12 orang kader dan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama berupa penyuluhan pengisian Buku KIA yang menghasilkan peningkatan nilai rata-rata dari 54 (pre-tes) menjadi 100 (post-tes). Tahap kedua fokus pada penyuluhan peran kader dalam pengisian Buku KIA, dengan peningkatan skor rata-rata dari 58 menjadi 100. Tahap ketiga merupakan pendampingan langsung dalam pengisian kelengkapan buku pada ibu hamil. Hasil pendampingan menunjukkan terjadi peningkatan dalam administrasi, di mana jumlah Buku KIA yang terisi lengkap meningkat dari 46 buku menjadi 94 buku. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader secara drastis. Kader diharapkan dapat mempertahankan konsistensi dalam mendampingi ibu hamil serta memastikan setiap Buku KIA terisi lengkap demi pemantauan kesehatan yang lebih akurat.
Copyrights © 2026