JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
Vol 10, No 3 (2026): Juni

JAMU SEHAT TANPA BAHAN KIMIA OBAT (BKO): EDUKASI KEAMANAN KONSUMSI HERBAL PADA KADER POSYANDU

Thia Amalia (Departemen Farmasi, Universitas Brawijaya)
Queen Intan Nurrahmah (Departemen Farmasi, Universitas Brawijaya)
Anggita Rosiana Putri (Departemen Farmasi, Universitas Brawijaya)
Prisma Trida Hardani (Departemen Farmasi, Universitas Brawijaya)
Luthfi Ahmad Muchlashi (Departemen Farmasi, Universitas Brawijaya)



Article Info

Publish Date
05 Jun 2026

Abstract

Abstrak: Konsumsi jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) masih menjadi isu kesehatan di Indonesia. Rendahnya pemahaman mengenai risiko BKO dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping yang merugikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kader Posyandu di Jawa Timur, terkait bahaya BKO serta mendorong penggunaan jamu yang aman dan rasional. Program dilaksanakan melalui penyuluhan mengenai jamu dan BKO, pembagian booklet edukatif tentang penggunaan jamu, serta pemberian paket jamu kebugaran disertai panduan pengolahan yang benar. Sebanyak 69 kader posyandu terlibat sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri atas 10 pertanyaan terkait jamu dan 10 pertanyaan terkait BKO. Indikator keberhasilan ditetapkan berdasarkan adanya peningkatan nilai pengetahuan peserta setelah intervensi serta tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank.yang dianalisis dengan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada materi jamu dari 74,35±10,83 menjadi 82,75±9,31 dan materi BKO dari 78,70±19,99 menjadi 90,87±10,87 (p<0,001). Tidak terdapat perbedaan bermakna antar gain kedua materi (p=0,112). Tingkat kepuasan peserta mencapai 3,60 dari skala 4 dengan 98,5% menyatakan puas. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi kesehatan lansia terkait konsumsi jamu aman bebas BKO.Abstract: The consumption of herbal medicines (jamu) containing Active Pharmaceutical Ingredients (BKO) remains a public health concern in Indonesia. Limited awareness of BKO-related risks may increase the likelihood of adverse health effects.Limited public understanding of the risks associated with BKO may increase the likelihood of adverse health effects. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of Posyandu cadres in Poncokusumo Village, East Java, regarding the dangers of BKO and to promote safe and rational use of herbal medicine. The program was implemented through health education sessions on jamu and BKO, distribution of educational booklets on herbal medicine use, and provision of wellness jamu packages accompanied by proper preparation guidelines. A total of 69 Posyandu cadres participated in the program. Program effectiveness was evaluated using pre-test and post-test instruments consisting of 10 questions on jamu safety and 10 questions on BKO identification, analyzed using the Wilcoxon signed-rank test.Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments analyzed with the Wilcoxon signed-rank test. Results demonstrated a significant improvement in knowledge scores for the jamu module (74.35±10.83 to 82.75±9.31) and the BKO module (78.70±19.99 to 90.87±10.87), both with p<0.001. No significant difference was found between the gain scores of the two modules (p=0.112). Participant satisfaction reached 3.60 out of 4, with 98.5% reporting satisfaction with the program. This activity effectively improved the health literacy of Posyandu cadres regarding safe consumption of BKO-free herbal medicine.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jmm

Publisher

Subject

Other

Description

JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research ...