Abstrak: Permasalahan sampah yang signifikan dan rendahnya kesadaran masyarakat di Kampung Mulyasari Kabupaten Garut menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan 40 ibu rumah tangga melalui manajemen sampah dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, demonstrasi interaktif, dan pendampingan intensif selama satu bulan dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Evaluasi program dilakukan melalui perbandingan skor pre-test dan post-test menggunakan instrumen kuesioner yang terdiri dari 15 butir pernyataan. Indikator keberhasilan program diukur dari peningkatan kapasitas mitra pada lima aspek utama. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator keberhasilan, meliputi: keterampilan pembuatan kompos yang melonjak tajam sebesar 90,00%, pengetahuan tentang sampah sebesar 58,94%, pengetahuan dan pemanfaatan TOGA sebesar 50,97%, keterampilan pemilahan sampah sebesar 50,18%, serta perubahan perilaku kebersihan sebesar 28,22%. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan kesehatan keluarga, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan limbah rumah tangga dan tanaman obat secara produktif.Abstract: The significant waste problem and low public awareness in Kampung Mulyasari, Garut Regency, serve as the background for this community service initiative. This program aimed to empower 40 housewives through waste management and the utilization of Family Medicinal Plants (Tanaman Obat Keluarga/TOGA). The methods employed included counseling, interactive demonstrations, and intensive mentoring over a one-month period using a Participatory Action Research (PAR) approach. Program evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test scores through a questionnaire instrument comprising 15 statement items. Program success indicators were measured based on improvements in partner capacity across five key aspects. The results demonstrated significant improvements across all success indicators, including: composting skills, which increased sharply by 90.00%; waste-related knowledge by 58.94%; TOGA knowledge and utilization by 50.97%; waste-sorting skills by 50.18%; and hygiene behavioral change by 28.22%. This initiative proved effective in enhancing community self-reliance in environmental management and family health, while simultaneously providing economic added value through the productive use of household waste and medicinal plants.
Copyrights © 2026