Abstrak: Budaya Jepang merupakan salah satu budaya asing yang populer di kalangan generasi muda Indonesia. Namun demikian, konsumsi budaya asing tanpa pemahaman konteksual dapat menyebabkan ketergantungan dan internalisasi nilai yang tidak selaras dengan budaya lokal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lintas budaya dan wawasan internasional pada siswa pesantren SMA Budi Utomo, Perak, Jombang. Pembekalan ini dilakukan dalam bentuk workshop interaktif, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Japanese day, meliputi pengenalan budaya Jepang populer, praktik sederhana, dan diskusi interaktif. Mitra kegiatan adalah siswa SMA Budi Utomo sejumlah kurang lebih 100 siswa. Tujuan utama dari pembekalan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan soft skill literasi lintas budaya yaitu dalam bersikap dan berinteraksi. Peserta dibekali alat self-assessment, berupa checklist yang dapat digunakan secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dan diskusi reflektif terhadap sampel peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan soft skill literasi budaya Jepang populer dari 20% menjadi 80%, dengan 80% peserta mampu memilah konten yang sesuai, memahami tata kelola waktu, dan berinteraksi secara tepat dalam komunitas daring maupun luring. Hasil ini mengindikasikan bahwa program ini merupakan langkah tepat dalam peningkatan literasi lintas budaya serta memperluas wawasan internasional di kalangan siswa pesantren.Abstract: Japanese culture is one of the most popular foreign cultures among Indonesia’s younger generation. However, consuming foreign culture without contextual understanding can lead to dependency and the internalization of values that are at odds with local culture. This community service project aims to enhance cross-cultural literacy and international awareness among students at Budi Utomo Islamic Boarding School in Perak, Jombang. This program was conducted in the form of an interactive workshop, which was part of a series of Japanese Day activities, including an introduction to popular Japanese culture, simple hands-on activities, and interactive discussions. The participants were approximately 100 students from Budi Utomo Islamic Boarding School. Participants were then provided with a self-assessment tool—a checklist they could use independently. Evaluation was conducted through participatory observation and reflective discussions with a sample of participants. The results indicate an improvement in soft skills related to Japanese popular culture literacy, increasing from 20% to 80%, with 80% of participants able to select appropriate content, understand time management, and interact appropriately within both online and offline communities. These findings suggest that the program is an effective approach to enhancing cross-cultural literacy and broadening international awareness among Islamic boarding school students.
Copyrights © 2026