Pengendalian gulma dengan menggunakan bioherbisida adalah upaya yang dilakukan untuk terciptanya pertanian yang berkelanjutan. Ekstrak daun Eucalyptus pellita yang digunakan sebagai bahan bioherbisida mengandung zat alelopati yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pengendalian gulma. Penelitian menunjukkan bahwa spesies Eucalyptus pellita mengandung zat alelokimia, di diantaranya α-pinene, 1,8-cineol, dan pinocarveol trans yang dapat menghambat pertumbuhan gulma. Penelitian dilakukan pada bulan September hingga November 2024 di greenhouse Kebun Percobaan Leuwikopo, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor perlakuan yang terdiri atas lima konsentrasi ekstrak daun E. pellita yaitu 0 (kontrol), 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan herbisida oxyfluorfen. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak daun E. pellita 25% dapat menghambat dan mengurangi pertumbuhan gulma Ludwigia octovalvis dan Cyperus iria pada padi sawah. Kata kunci: bioherbisida, ekstrak daun Eucalyptus, gulma, oxyfluorfen
Copyrights © 2026